kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Polri siap lakukan penindakan hukum untuk menjaga bahan pokok selama PSBB


Senin, 06 April 2020 / 14:01 WIB
Polri siap lakukan penindakan hukum untuk menjaga bahan pokok selama PSBB
ILUSTRASI. Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo didampingi Dirut PT. Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi saat meninjau ketersediaan beras, gula dan bawang putih di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). Kabare


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan penegakan hukum untuk menjaga bahan pokok.

Hal itu dilakukan selama kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk percepatan penanganan virus corona (Covid-19). Satuan tugas (satgas) pangan alan mengawasi ketersediaan bahan pokok selama penerapan PSBB.

Baca Juga: Jaga pasokan, Pengusaha usul BUMD DKI dapat kuota impor pangan khusus

"Satgas pangan tetap bekerja. Bila ada informasi kita langsung lakukan penyelidikan," ujar Karo Penmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya di Kantor BNPB, Senin (6/4).

Argo bilang selama masa penerapan penjagaan jarak aman atau physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19, Polri telah melakukan berbagai tindakan dalam menjaga stok pangan. Hal itu berkiatan dengan penimbunan dan Kenaikkan harga.

"Satgas pangan sudah melakukan penyidikan sebanyak 18 kasus baik penimbunan, baik itu meningkatkan harga," terang Argo.

Upaya hukum juga dilakukan untuk mencegah kegiatan selama PSBB. Hal itu telah diinstruksikan oleh Kapolribkepada seluruh jajaran.

Baca Juga: Aktivitas Dibatasi, Sumber Alfaria (AMRT) Optimalkan Penjualan Jarak Jauh

Beberapa hal akan menjadi perhatian selama penerapan PSBB. Salah satunya adalah pembubaran kerumunan yang diimbau untuk tidak dilakukan oleh masyarakat.

Sebanyak lebih dari 10.000 kegiatan kerumunan telah dibubarkan selama pandemi Covid-19. Kerumunan dibubarkan dengan pencegahan humanis tetapi bila melawan bisa sampai dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan.

Baca Juga: Jelang puasa, Presiden Jokowi minta distribusi bahan pokok tidak terganggu

Selain itu kasus hoaks juga menjadi perhatian selama menangani Covid-19. Argo bilang telah ada 76 kasus hoaks yang sudah ditangani hingga saat ini.

Asal tahu saja telah lebih dari satu bulan kasus Covid-19 ada di Indonesia. Hingga saat ini total kasus positif Covid-19 mencapai  2.273 dengan catatan 164 pasien sembuh dan 198 pasien meninggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×