kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Polri ingin terapkan sistem tilang secara online


Rabu, 04 Desember 2013 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Bubur dan Bakmie Kepiting Hokie di Pasar Lama Kota Tangerang, Banten.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Oegroseno, mengatakan ingin mewujudkan penindakan pelanggaran lalu lintas secara online.

Ide tersebut disampaikan Oegro, sapaan akrabnya, untuk meminimalisir kasus suap atau korupsi di Korps Lalu Lintas (Korlantas).

"Penegakan hukum secara online, saya rasa itu bisa diciptakan. Contah, (tilang) SIM kalau di jalan raya ada yang melanggar tidak harus urusan dengan polisi. (Bukti) cukup dengan kamera seperti di Amerika. Semuanya sistem online," ujar Oegro di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/11/2013).

Oegro menegaskan tertib berlalu lintas harus dimulai secara bersama-sama. Menurutnya, masalah korupsi di kepolisian bukan hanya masalah internal. Namun juga masalah eksternal.

"Tertib ini harus dimulai dari diri kita bersama. Masalah-masalah yang ada di kepolisian itu bukan murni masalah polisi, tapi masalah kita bersama. Mau nggak antara polisi dan jaksa secara online. Saya berharap sistem online ini bisa tercipta," harap Oegro.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa 50 persen korupsi di Kepolisian berada di Korlantas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×