kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Politisi PKS : Gaya hidup itu ranah pribadi


Senin, 14 November 2011 / 15:18 WIB
Politisi PKS : Gaya hidup itu ranah pribadi
ILUSTRASI. Bahana TCW memperkirakan IHSG tahun depan bisa menyentuh level 6.800


Reporter: Eka Saputra |

JAKARTA. Wakil rakyat yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menolak berkomentar panjang saat ditanya perihal gaya hidup hedonisme sejumlah anggota DPR. Politis PKS yang menjadi wakil rakyat yaitu Anis Matta hanya mengatakan, “Gaya hidup orang per orang itu kita jadikan ranah privat saja, wilayah pribadi yang tak perlu diintervensi,” ujarnya di Gedung DPR (14/11).

Selanjutnya ia hanya tersenyum saat seorang wartawan bertanya berapa jumlah mobilnya. Menurutnya sebagai pejabat negara yang lebih penting untuk diperhatikan adalah persoalan kinerja. “Kami fokus pada kinerja saja sebagai pejabat negara, ketimbang sibuk mengurusi gaya hidup. Soal gaya hidup itu pilihan pribadi, ranah moral dan bukan sesuatu yang harus diintervensi negara,” tandasnya lagi.

Belakangan masyarakat menyoroti gaya hidup sejumlah pejabat negara yang gaya hidupnya serba mewah di tengah kondisi rakyat yang masih saja mengalami kesulitan ekonomi. Diberitakan ada anggota dewan yang memiliki mobil Bentley seharga Rp 7 Miliar, dan di parkiran Gedung DPR biasa terparkir Mobil Toyota Alphard yang harganya berada di kisaran Rp 1 Miliar.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas sempat menyatakan keprihatinannya terhadap pejabat negara yang hidup bermewah-mewah sementara masih banyak rakyat yang miskin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×