kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.003   3,00   0,02%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Politikus Partai Demokrat minta KPK tutup kasus Century


Rabu, 24 November 2010 / 20:53 WIB
ILUSTRASI. Batubara United Tractors UNTR


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Tampaknya, perdebatan tentang kelanjutan kasus bailout Bank Century DPR semakin memanas. Jika kalangan oposisi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan penyelidikan kasus ini, wakil rakyat dari Partai Demokrat--partai yang tengah berkuasa--justru mendesak KPK segera menutup kasus Bank Century.

Partai Demokrat meminta agar KPK tegas dalam kasus Bank Century. Partai pemenang pemilu 2009 ini meminta KPK segera menghentikan penyelidikan kasus ini jika memang sudah tidak ada yang bisa diselidiki lagi.

Anggota DPR dari fraksi Demokrat I Gede Pasek Suardika menegaskan, KPK tidak perlu takut untuk membuat pernyataan jika kasus ini ditutup. “Biar masyarakat tahu. Jangan takut katakan itu,” ujar Gede dalam rapat tim pengawas Bank Century, Rabu (24/11).

Di lain pihak, anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo tak kalah galak. Dia mengancam, jika KPK tidak menemukan kasus korupsi dalam kasus Bank Century, mereka harus siap terkena dampaknya di kemudian hari.

Misalnya, jika ternyata nanti kepengurusan KPK di periode 2011-2015 menemukan kasus koruspi, pimpinan saat ini harus terkena dampak pidana. Sebab, ada indikasi mereka menutupi data pelanggaran dalam kasus Bank Century.

Sebelumnya KPK menyatakan belum bisa menemukan unsur korupsi dalam kasus Bank Century. KPK hanya menemukan indikasi tindak pidana perbankan.

Meski demikian, KPK masih tetap akan menyelidiki kasus ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×