kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Polisi kembali ditembak mati, razia pun digelar


Rabu, 11 September 2013 / 07:03 WIB
ILUSTRASI. Layanan kargo Garuda Indonesia rute khusus Denpasar-Narita.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sejumlah razia digelar kepolisian, menyusul penembakan yang menewaskan Bripka Sukardi pada Selasa (10/9/2013) malam. Sepeda motor dengan dua pengendara berboncengan, menjadi sasaran utama razia.

Di antara sejumlah tempat yang terpantau ada razia, adalah di Jalan Raya Pos Pengumben dan Jalan Raya Ciledug. Pada dua wilayah tersebut, polisi merazai di dua jalur jalan.

Petugas yang melakukan razia dilengkapi dengan senjata api. Selain memeriksa pengendara bermotor terutama yang berboncengan, petugas juga memeriksa kendaraan roda empat yang dianggap mencurigakan.

Informasi yang dirangkum, razia juga dilakukan di wilayah Depok khususnya di kisaran wilayah Universitas Indonesia. Berdasarkan keterangan para saksi pelaku diperkirakan berjumlah 4 orang, yang mengendarai dua sepeda motor Vixion berwarna merah.

Anggota Polairud Mabes Polri, Bripka Sukardi, ditembak mati pada Selasa (10/9/2013) sekitar pukul 22.20 WIB. Lokasi penembakan tepat di depan gedung KPK, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

Saat ditembak, diduga Sukardi tengah mengawal truk bermuatan bahan konstruksi. Dia melakukan pengawalan dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra B 6671 TXL. Iring-iringan truk berjalan dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju Rasuna Tower di Jakarta Selatan. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×