kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Polisi kejar rekan pelaku bom Cirebon


Senin, 18 April 2011 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia's logo is seen at Bank Indonesia headquarters in Jakarta, Indonesia, January 17, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Polisi memastikan Muhammad Syarif adalah pelaku bom bunuh diri di Mesjid Adz-Dzikro di Markas Polisi Polresta Cirebon. Saat ini, polisi masih mengejar pelaku yang terlibat dalam bom yang meledak saat shalat Jumat (15/4) lalu tersebut.

Juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam mengatakan, kepastian Syarif sebagai pelaku bom bunuh diri ini diketahui dari hasil pencocokan DNA dengan keluarganya. Namun, dia mengatakan, polisi sedang mencari tersangka lainnya. "Tidak sendiri. Masak sendiri," katanya, Senin (18/4).

Polisi tengah mencari rekan-rekan Syarif. Tujuannya, untuk mengungkap motif bom bunuh diri tersebut. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 30 orang saksi termasuk istri, orang tua, serta adik pelaku.

Sempat beredar jika Syarif pernah belajar di Pesantren Al- Mukmin, Ngruki, Solo selama sembilan tahun. Cuma, Anton belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut. "Anggota kami sedang mendalaminya. Kita tunggu saja," tandasnya.

Berdasarkan penyelidikan polisi, bom yang diledakkan Syarif merupakan bom rakitan sendiri. Bom tersebut berisi paku, mur, dan baut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×