kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Polisi kejar rekan pelaku bom Cirebon


Senin, 18 April 2011 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia's logo is seen at Bank Indonesia headquarters in Jakarta, Indonesia, January 17, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Polisi memastikan Muhammad Syarif adalah pelaku bom bunuh diri di Mesjid Adz-Dzikro di Markas Polisi Polresta Cirebon. Saat ini, polisi masih mengejar pelaku yang terlibat dalam bom yang meledak saat shalat Jumat (15/4) lalu tersebut.

Juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam mengatakan, kepastian Syarif sebagai pelaku bom bunuh diri ini diketahui dari hasil pencocokan DNA dengan keluarganya. Namun, dia mengatakan, polisi sedang mencari tersangka lainnya. "Tidak sendiri. Masak sendiri," katanya, Senin (18/4).

Polisi tengah mencari rekan-rekan Syarif. Tujuannya, untuk mengungkap motif bom bunuh diri tersebut. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 30 orang saksi termasuk istri, orang tua, serta adik pelaku.

Sempat beredar jika Syarif pernah belajar di Pesantren Al- Mukmin, Ngruki, Solo selama sembilan tahun. Cuma, Anton belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut. "Anggota kami sedang mendalaminya. Kita tunggu saja," tandasnya.

Berdasarkan penyelidikan polisi, bom yang diledakkan Syarif merupakan bom rakitan sendiri. Bom tersebut berisi paku, mur, dan baut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×