kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.850   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.209   81,63   1,33%
  • KOMPAS100 826   18,77   2,33%
  • LQ45 620   9,13   1,49%
  • ISSI 216   0,10   0,05%
  • IDX30 350   2,82   0,81%
  • IDXHIDIV20 428   1,65   0,39%
  • IDX80 94   1,38   1,49%
  • IDXV30 118   -0,32   -0,27%
  • IDXQ30 112   0,76   0,68%

PMI Manufaktur November 2025 Melonjak, Airlangga: Konsumsi Domestik Cukup Tinggi!


Senin, 01 Desember 2025 / 15:21 WIB
PMI Manufaktur November 2025 Melonjak, Airlangga: Konsumsi Domestik Cukup Tinggi!
ILUSTRASI. PMI Manufaktur Indonesia pada November 2025 tercatat pada level 53,3, atau naik dari 51,2 pada Oktober 2025. Begini tanggapan Menteri Airlangga.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Aktivitas manufaktur Indonesia terus menunjukkan perbaikan seiring Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur yang bertahan di zona ekspansi selama empat bulan berturut-turut hingga November 2025.

PMI Manufaktur Indonesia pada November 2025 tercatat pada level 53,3, atau naik dari 51,2 pada Oktober 2025.

"Kita lihat aktivitas manufaktur ekspansif dan impresif," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Kadin, Senin (1/12).

Menurutnya, kenaikan PMI Manufaktur ini menandakan bahwa konsumsi domestik masih cukup tinggi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Janji Segera Perbaiki Jembatan Rusak

"Artinya, ini akibat dari permintaan dalam negeri yang cukup tinggi," katanya.

S&P Global mencatat permintaan terutama ditopang pasar domestik, sementara pesanan ekspor terus merosot dan mencatat penurunan terdalam dalam 14 bulan.

Pesanan baru menjadi pendorong utama ekspansi manufaktur, seiring bertambahnya jumlah pelanggan dan kuatnya permintaan dalam negeri.

Permintaan secara umum yang membaik juga mendorong kenaikan pada sejumlah indikator utama, mulai dari peningkatan tenaga kerja, bertambahnya tumpukan pekerjaan, hingga meningkatnya aktivitas pembelian bahan baku.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menilai hasil survei November menunjukkan momentum positif sektor manufaktur.

"Perekonomian domestik menjadi pendorong utama permintaan menjelang akhir tahun 2025, karena perusahaan mencatat penurunan pesanan ekspor baru yang lebih tajam," ungkapnya.

Baca Juga: Perkuat Mutu dan Daya Saing Produk Perikanan, KKP Resmikan IPMAPHERI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×