kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pilpres Lancar, Menko Luhut Yakin Target Investasi Tahun Ini Bisa Tercapai


Sabtu, 24 Februari 2024 / 06:00 WIB
Pilpres Lancar, Menko Luhut Yakin Target Investasi Tahun Ini Bisa Tercapai
ILUSTRASI. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimistis arus investasi akan kembali berjalan setelah pemilu.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia telah menggelar pemilu pada 14 Februari 2024 dengan lancar dan aman. Pasca pemilu, arus investasi diyakini akan kembali mengalir.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, terdapat investor yang wait and see karena pemilu.

Meski begitu, Luhut optimistis arus investasi akan kembali berjalan setelah pemilu. Apalagi, dirinya juga mendapat beberapa telepon atas pelaksanaan pemilu yang berjalan lancar dan aman.

“Nah mengenai investasi banyak sekali target kita, Rp 1.650 triliun. Itu saya kira tidak ada masalah,” ujar Luhut dalam keterangannya dikutip Kamis (22/2).

Selain itu, Luhut mengaku senang karena Tiongkok tetap berkomitmen membenamkan investasi ke Indonesia ditengah dinamika kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Ketua Pengarah Pengembangan Industri Gim Nasional

Luhut mengklaim investor Tiongkok akan berinvestasi di sekotor hilirisasi stainless steel yang menghasilkan produk seperti sendok, garpu, jarum suntik dan lainnya.

Menurutnya, investor Tiongkok sudah meminta ingin masuk dan Indonesia akan membuat kawasan khusus terkait hal tersebut. Sehingga UMKM juga akan mendapat peluang mendukung hal tersebut.

“Yang tadi petrochemical di Kaltara (Kalimantan Utara), angkanya mereka sudah dikasih green light untuk masuk ke Indonesia, tinggal kita tunggu,” kata Luhut.

Sebelumnya, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan mengatakan, jika menelisik ke belakang, ada masanya saat proses pemilihan presiden berlangsung realisasi investasi sedikit meningkat. Namun pada pemilu berikutnya justru investasi yang masuk menurun.

Ia menambahkan, saat tahun politik berlangsung, sebenarnya investor bukan membatalkan investasinya, tetapi investor hanya menunda seraya melihat situasi perpolitikan yang sedang berlangsung. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×