kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pihak Atut protes KPK geledah rumah lewat jendela


Selasa, 17 Desember 2013 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Buah Bengkoang untuk Tubuh


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Tim Sukses Ratu Atut Chosiyah dalam Pilkada Banten, Akhmad Jajali, menyayangkan tindakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ia anggap telah melakukan tindakan tidak elok dalam proses penggeledahan kediaman Atut di Jalan Bhayangkara 51, Serang, Selasa (17/12/2013) dinihari tadi.

Keberatan Jajali disebabkan keputusan penyidik KPK untuk membongkar jendela rumah Atut saat hendak memasuki kediaman sang Gubernur.

"Yang kita sayangkan KPK membongkar jendela untuk masuk ke dalam, masa seperti itu," ujar Jajali saat ditemui di kediaman Atut, Selasa (17/12/2013).

Menurut Jajali, saat KPK datang ke kediaman Atut untuk melakukan penggeledahan, saat itu rumah dalam keadaan kosong, hanya terdapat pembantu rumah yang kebetulan tidak memegang kunci. Sedangkan Atut sendiri sudah keluar rumah sejak Senin (16/12/2013) malam sekitar pukul 20.00.

Jajali menuturkan, ketika penyidik KPK mendatangi rumah Atut, mereka mendapati rumah dalam keadaan terkunci, sedangkan pemilik rumah tidak ada di tempat. Sementara itu, pembantu yang ada ternyata tidak memiliki kunci untuk masuk ke dalam.

Melihat kondisi pintu terkunci, penyidik KPK kemudian memutuskan untuk membongkar jendela rumah Atut dan masuk melalui jendela. Inilah yang menurut Jajali merupakan tindakan KPK yang dirasa tidak bisa diterima.

"Kami sangat menyayangkan itu," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×