kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

PHK dan Merosotnya Kepercayaan Publik Pengaruhi Turunnya Jumlah Pelapor SPT 2025


Senin, 20 Oktober 2025 / 19:07 WIB
PHK dan Merosotnya Kepercayaan Publik Pengaruhi Turunnya Jumlah Pelapor SPT 2025
ILUSTRASI. JAKARTA,28/7-PENERIMAAN PAJAK PEMERINTAH. Petugas layanan pajak sedang memberikan pelayanan kepada warga di KPP Pratama Tanah Abang, Jakarta, Kamis (28/7/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon. CELIOS menilai penurunan jumlah pelapor SPT tahun 2025 dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik yang sedang tertekan.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperkirakan jumlah penyampaian SPT tahun pajak 2025 hanya akan mencapai sekitar 14,5 juta SPT pada tahun depan. Angka ini turun dibandingkan realisasi SPT tahun pajak 2024 yang mencapai 16,52 juta SPT.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai penurunan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik yang sedang tertekan.

Menurut Bhima, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi sepanjang tahun ini menjadi salah satu penyebab utama. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, sehingga tidak lagi termasuk dalam kelompok wajib pajak yang harus menyampaikan laporan SPT.

Baca Juga: BCA Bukukan Kredit Senilai Rp 944 Triliun pada September 2025

“Ada juga yang sebelumnya di atas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) kemudian turun di lapisan bawah sehingga dikecualikan dari PPh 21,” ungkap Bhima kepada Kontan, Senin (20/10).

Ia menambahkan, tekanan ekonomi juga membuat banyak pelaku UMKM beroperasi dalam mode bertahan, sehingga enggan melaporkan SPT karena kondisi usaha yang belum stabil.

Selain faktor ekonomi, Bhima menyoroti menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah sebagai penyebab lain turunnya kepatuhan pajak.

“Soal trust ini penting ya, dan memang banyak yang merasa pajak yang dibayar belum tercermin dari manfaat yang diterima oleh kelompok menengah,” ujar Bhima.

Bhima menilai, jika kondisi ini terus berlanjut, pemerintah perlu memperkuat komunikasi publik dan transparansi penggunaan dana pajak agar kepercayaan masyarakat dapat pulih.

Baca Juga: APPI Proyeksikan Pembiayaan Alat Berat Multifinance Masih Berpotensi Tumbuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×