kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Sentuhan Hangat, Kisah Petugas Landis Merawat Jemaah Lansia di Madinah


Rabu, 29 April 2026 / 15:52 WIB
Sentuhan Hangat, Kisah Petugas Landis Merawat Jemaah Lansia di Madinah
ILUSTRASI. Haji Lansia (Dok/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Di bawah terik dan suhu khas Kota Madinah, petugas Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Daerah Kerja Madinah terus bergerak mendatangi hotel-hotel tempat jemaah menginap.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji dan Umrah tahun 2026 yang mengusung penyelenggaraan haji ramah lansia, disabilitas, serta perempuan, dengan memastikan jemaah yang membutuhkan perhatian khusus memperoleh layanan yang lebih inklusif, aman, dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

Salah pemandangan menyentuh hati terlihat di Hotel Arkan Al Manar Sektor 2. Dengan penuh kelembutan, petugas menyambangi kamar Nenek Malka (75 tahun), jemaah haji asal Bone Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kloter UPG 3.

Baca Juga: Prabowo Kejar 25.000 Koperasi Merah Putih dalam Tiga Bulan, Target Capai 81.000 Unit

Nenek Malka adalah potret perjuangan panjang. Menunggu selama 15 tahun untuk berangkat haji, ia harus berangkat seorang diri tanpa pendamping. Di tanah air pun, ia tinggal sebatang kara karena sudah tidak memiliki keluarga lagi.

Melihat kondisi tersebut, petugas Landis tidak sekadar menyapa. Dengan sigap dan penuh kasih sayang, mereka membantu memandikan Nenek Malka, mengganti pakaiannya, hingga memastikan sang nenek disiplin meminum obat-obatan yang dibutuhkan.

Abdurrabbani, salah satu petugas Landis PPIH Arab Saudi, menuturkan bahwa tugas mereka memang dirancang untuk menyentuh aspek paling personal dari kebutuhan jemaah. Di sektornya, tim Landis dibagi menjadi empat kelompok yang berfokus pada penyambutan dan pelayanan visitasi.

“Setiap hari kami berkunjung ke hotel-hotel yang terdapat lansia dan disabilitas. Bagi yang tidak memiliki pendamping, kami rutin membantu menggantikan popok, memandikan, hingga menyuapi makan,” ujar Abdurrabbani.

Tak hanya urusan fisik, petugas juga memenuhi dahaga spiritual jemaah. Banyak lansia yang sejak tiba di Madinah belum sempat ke Masjid Nabawi karena keterbatasan fisik dan ketiadaan pendamping.

“Kami ambilkan kursi roda, kami antar ke Nabawi, bahkan kami dampingi hingga masuk ke Raudhah. Kami juga menjadi pendengar bagi cerita-cerita mereka,” tambahnya.

Layanan ini tidak berjalan sendiri. Petugas kesehatan dari KKHI, Riskyana Puspita Rini, menegaskan bahwa koordinasi antara tim Landis dan tim medis sangatlah krusial.

Baca Juga: Kepatuhan Lapor SPT Melemah, Pengamat Singgung Faktor Ekonomi hingga Coretax

Riskyana menjelaskan, pihaknya terus menjalin koordinasi terkait kondisi kesehatan jemaah. Menurut dia, tim kesehatan secara rutin melakukan visitasi bersama tim Landis, khususnya untuk memantau jemaah yang membutuhkan penanganan medis khusus maupun pengawasan konsumsi obat secara ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×