kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.003   12,00   0,07%
  • IDX 7.007   -89,81   -1,27%
  • KOMPAS100 964   -12,89   -1,32%
  • LQ45 709   -10,04   -1,40%
  • ISSI 248   -1,54   -0,62%
  • IDX30 386   -4,81   -1,23%
  • IDXHIDIV20 486   -3,25   -0,67%
  • IDX80 109   -1,27   -1,15%
  • IDXV30 134   -0,22   -0,16%
  • IDXQ30 126   -1,58   -1,24%

Petani: Benahi Distribusi Pupuk Bersubsidi


Senin, 01 Desember 2008 / 13:51 WIB
Petani: Benahi Distribusi Pupuk Bersubsidi


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati |

JAKARTA. Meski Pemerintah sudah mengucurkan 300.000 ton lewat operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi, namun di lapangan masih banyak dijumpai kebocoran dalam sistem distribusi. Sejumlah organisasi petani, seperti Gapoktan, Wahana Tani, Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) mengadukan hal tersebut ke komisi IV DPR.

Mereka menuntut agar Pemerintah menindak tegas penyelewengan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh distributor dan pengecer di daerah. Banyak distributor pupuk yang merangkap pengecer dan menunjuk pengecer tidak resmi. Selain itu, distributor juga membuat laporan fiktif tentang pupuk bersubsidi. "Di Brebes ada 17 Kecamatan tapi punya 21 distributor resmi," kata Juwarni, Ketua Umum Gapoktan saat audiensi dengan komisi IV di DPR, Senin (1/11).

Tidak hanya itu, juwarni juga memaparkan kecurangan lain yang dilakukan distributor antara lain menjual pupuk subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET: Rp 1200 per kilogram) dengan membebani biaya transportasi. Pupuk juga dijual di kemasan diluar 50 kilogram seperti yang ditetapkan  Permendag 21 tahun 2008 tentang pupuk bersubsidi. "Ada yang menjual 25 kiloram bahkan perkilogram dengan harga di atas HET," kata Juwarni.

Juwarni menilai kerja Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tidak maksimal karena distributor curang  dan pengecer tidak resmi masih mengganggu petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×