kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Perusahaan kosmetik masih temui sederet tantangan investasi hijau di Indonesia


Minggu, 01 Maret 2020 / 10:37 WIB
ILUSTRASI. Lush Cosmetics' Director for Sourcing Hub Indonesia Panut Hadisiswoyo


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Herlina Kartika Dewi

"Sebenarnya Lush ini menggunakan fair trade certification for cocoa beans dan di Indonesia belum ada, bahkan hampir tidak ada verify certificate cocoa beans itu. Ini juga menjadi salah satu tantangan bagi produksi biji kakao di Indonesia, karena kan kita memang belum sertifikasi itu kebanyakan," jelasnya.

Sebagai sourcing hub di Indonesia, Panut bertanggung jawab untuk memastikan sourcing di Indonesia memang traceable, responsible, dan sustainable.

"Tapi Lush mencoba untuk menyesuaikan, bila memungkinkan nanti saat praktik ada pendampingan yang bisa menjadi justifikasi agar tidak perlu ada sertifikasi fair trade. Tapi praktiknya itu memang harus benar-benar didampingi supaya tidak ada hal-hal yang menyebabkan kerusakan lingkungan," kata Panut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×