kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Perusahaan akan diberi kemudahan lapor SPT


Rabu, 31 Juli 2019 / 20:25 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - DENPASAR. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih melanjutkan program reformasi perpajakan. Terbaru, reformasi pajak akan mengubah mekanisme pelaporan surat pemberitahuan (SPT) pajak. Ditjen Pajak ingin mempermudah kembali pelaporan SPT bagi wajib pajak (WP) badan.

Sebelumnya, Ditjen Pajak dalam beberapa tahun terakhir mempermudah pelaporan SPT bagi seluruh WP melalui e-filing. Dengan sistem ini, WP bisa mengisi dan melaporkan SPT secara elektronik, serta tidak perlu antri.

Kini Ditjen Pajak akan unifikasi penyampaian SPT masa badan. Unifikasi berlangsung melalui penggabungan sejumlah SPT masa badan dari beragam penghasilan dalam satu format.

"Sekarang ini kan banyak jenis SPT masa seperti terkait Pasal 15, Pasal 22, Pasal 4 ayat (2), Pasal 23, akan kami satukan dalam satu SPT," jelas Direktur Transformasi Proses Bisnis Ditjen Pajak, Hantriono Joko Susilo dalam Media Gathering di Bali, Rabu (31/7/2019).

Unifikasi ini akan menguntungkan bagi WP badan maupun Ditjen Pajak. WP badan lebih mudah lapor SPT, karena pelaporan ini berlangsung setiap bulan. Ditjen Pajak juga semakin gampang dalam pengawasan dan pemeriksaan.

Inisiasi otoritas pajak ini akan dimulai melalui proyek percontohan dengan perusahaan pelat merah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor migas, PT. Pertamina (Persero), akan menjadi badan usaha pertama yang menjajal proyek percontohan unifikasi SPT masa badan.

Rencananya, penyederhanaan SPT ini akan dimulai tahun 2020. Untuk tahap awal, Ditjen Pajak akan uji coba kepada sejumlah korporasi besar, khususnya pelat merah seperti Pertamina.

"Saat ini kami masih dalam persiapan. Dalam proses ini kami dibantu Pertamina untuk penggabungan sistem, makanya Pertamina akan jadi pilot project," terang Hantriono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×