kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Perundingan IA-CEPA aktif lagi


Selasa, 15 Maret 2016 / 18:28 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong akan kunjungan kerja ke tiga kota di Australia, yakni Sydney, Canberra, dan Melbourne. Kunjungan kerja pada 15-18 Maret 2016 ini fokus pada revitalisasi hubungan ekonomi kedua negara.

“Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan yang lebih luas antara Indonesia-Australia,” jelas Thomas, dalam siaran pers.

Dalam 5 tahun terakhir (2011-2015) total perdagangan bilateral kedua negara turun rata-rata 4,25% dari US$ 10,8 miliar menjadi US$ 8,5 miliar. Investasi Australia di Indonesia juga turun menjadi US$ 104,6 juta pada tahun 2015. Saat ini Australia menjadi negara investor peringkat ke 12 di Indonesia.

Di Australia, Thomas akan bertemu dengan beberapa pejabat negara, seperti Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce, Menteri Luar Negeri Julie Bishop, Menteri Perdagangan Steven Ciobo, dan Special Envoy for Trade Australia Andrew Robb, Menteri Imigrasi dan Perbatasan Australia Peter Dutton, serta Premier NSW Mike Baird.

Pertemuan ini untuk menindaklanjuti kesepakatan kedua negara untuk mengaktifkan kembali perundingan kemitraan ekonomi secara komprehensif antara Indonesia dan Australia melalui framework Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA),” tegas Thomas.

Sektor yang dapat didorong dari pengaktifan IA-CEPA adalah jasa keuangan, jasa pendidikan, dan jasa tenaga kerja seperti penempatan tenaga kerja perawat dan care giver, serta tenaga kerja pemetik/pemanen buah asal Indonesia untuk dapat bekerja di Australia. Selain itu juga diharapkan dapat dijajaki early outcomes yang segera dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh kedua pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×