kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Diprediksi Lebih Tinggi dari Indonesia, Ini Saran Ekonom


Rabu, 26 Januari 2022 / 17:51 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Diprediksi Lebih Tinggi dari Indonesia, Ini Saran Ekonom
ILUSTRASI. Pekerja mengawasi aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (30/7/2021). Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Diprediksi Lebih Tinggi dari Indonesia, Ini Saran Ekonom.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia nampaknya tak sekencang laju Vietnam pada tahun ini. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,6% year on year (yoy).

Sedangkan lembaga tersebut optimistis perekonomian Vietnam tahun ini tumbuh 6,6% yoy. 

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky sepakat dengan IMF. Menurutnya, untuk tahun ini Vietnam masih berpeluang tumbuh lebih tinggi dari Indonesia. 

Riefky memandang, pertumbuhan ekonomi Vietnam yang berdaya ini didukung oleh sektor industri pengolahan yang bernilai tambah (value added) sehingga kontribusi Vietnam dalam rantai pasok global atau global value chain (GVC) terus meningkat. 

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,6% di Tahun 2022

Ini berbeda dengan Indonesia yang relatif stagnan dalam memberikan kontribusi pada rantai pasok global. 

“Mengapa berbeda? Karena iklim investasi Vietnam lebih bagus. Mereka bisa menarik Penanaman Modal Asing (PMA) yang berkualitas dan mendorong penciptaan nilai tambah. Sedangkan Indonesia kurang bersaing,” kata Riefky kepada Kontan.co.id, Rabu (26/1). 

Namun, Riefky meminta agar Indonesia tidak patah arang. Pasalnya, saat ini Indonesia sudah memiliki kesempatan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Vietnam. Dalam hal ini, memanfaatkan instrumen untuk mendongkrak investasi. 

Riefky bilang, Indonesia memiliki Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang bisa membuat iklim usaha dalam negeri menjadi lebih baik sehingga menarik investasi lebih banyak lagi. 

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2022


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×