kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Pertumbuhan ekonomi Q4 diramal di bawah 5%


Rabu, 09 November 2016 / 20:02 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan berbeda pendapat dengan Bank Indonesia (BI) yang optimis pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun ini sebesar 5,1% year on year (YoY). Anton justru memproyeksi pertumbuhan di tiga bulan terakhir di tahun ini melambat ke bawah 5%.

Anton melihat, konsumsi rumah tangga di akhir tahun akan meningkat seiring dengan musimannya, yaitu Natal dan tahun baru. Namun demikian, menurutnya, sumber pertumbuhan yang berasal dari pengeluaran pemerintah akan menghambat pertumbuhan untuk melaju lebih kencang.

"Konsumsi yang agak mending, tapi apakah mendorong (pertumbuhan ekonomi) ke atas?," kata Anton, Rabu (9/11).

Menurutnya, belanja pemerintah di akhir tahun masih akan tertahan lantaran penerimaan pajak tak mencukupi untuk membiayai belanja pemerintah walaupun sudah ada tambahan dari uang tebusan program amnesti pajak. Selain itu lanjutnya, pemerintaj juga harus menjaga arus kas alias cash flow agar posisinya tidak berkurang.

"Sementara investasi juga belum kelihatan," tambahnya.

Menurutnya, harus ada berbagai dukungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Sebab, suku bunga yang rendah saja tak cukup untuk mendorong pertumbuhan saat kondisi permintaan domestik yang masih melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×