kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Diproyeksi Tetap di Atas 5%, Ini Penopangnya


Jumat, 31 Juli 2026 / 17:30 WIB
Diperbarui Jumat, 31 Juli 2026 / 18:06 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Diproyeksi Tetap di Atas 5%, Ini Penopangnya
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Januari-Mei 2026 surplus (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - PARAPAT. Belanja pemerintah diproyeksi tetap jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. 

Ekonom Bank Danamon pun memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tetap berada di atas 5% walau melambat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026.

“Kami proyeksi, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2026 bisa berada di kisaran 5,18%,” kata ekonom Bank Danamon Hosianna E. Situmorang dalam Editor Briefing, Jumat (31/7/2026).

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi ini datang karena pemerintah terus menggenjot belanja. Di mana sejumlah proyek strategis terus digeber untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Walau dampaknya sudah lebih berkurang dari periode Januari-Maret 2026.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Kuartal II 2026 Berisiko Melambat ke 5,1%-5,5%

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan tetap tinggi di periode April-Juni 2026 walau tidak sekuat konsumsi di kuartal I-2026. Terlebih tidak adanya dorongan hari-hari besar seperi tang terjadi di kuartal pertama.

Belum lagi, ekspor yang diperkirakan melambat di kuartal II-2026 turut membuat pertumbuhan ekonomi tergelincir di periode ini.  

Di sisi lain, realisasi investasi di kuartal II-2026 yang mencapai Rp 511,8 triliun atau naik 7,1% secara tahunan, menambah amunisi pertumbuhan ekonomi Indonesia di periode April - Juni 2026.

Apalagi, realisasi investasi tersebut lebih ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) yang melonjak 27,5% YoY di kuartal II-2026. 

Hal tersebut jadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global. Di mana membuktikan investor asing masih optimistis terhadap prospek jangka panjang Indonesia.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Stimulus Demi Ekonomi Kuartal II-2026, Mulai Subsidi EV & Bunga Murah

Lebih lanjut Hosianna bilang, dampak dari kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang berlangsung di bulan Mei dan Juni 2026 belum terlihat di kuartal II-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×