kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Diperkirakan Mencapai 5,07%


Selasa, 03 Februari 2026 / 16:07 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Diperkirakan Mencapai 5,07%
ILUSTRASI. Diskusi investasi Danantara dan pertumbuhan ekonomi daerah (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan, pertumbuhan ekonomi setahun penuh 2025 mencapai 5,07% year on year (yoy), lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 sebesar 5,03% yoy.

Meski demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tersebut lebih rendah dari target pemerintah dalam APBN 2025 sebesar 5,2% yoy.

Sementara itu, Andri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,23% yoy pada kuartal IV 2025, lebih tinggi dari kuartal III 2025 5,04% yoy, kuartal II 2025 5,12% yoy, dan kuartal I 2025 4,87% yoy.

Baca Juga: Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Pemerintah Buka Posko Layanan Alih Kelola Blok 15 GBK

“Ini terutama didorong oleh pengeluaran pemerintah yang lebih kuat dan peningkatan aktivitas investasi,” kata Asmo kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut kata Asmo, diperkirakan akan menandai pertumbuhan terkuat sejak kuartal ke III 2022, ketika aktivitas ekonomi pulih setelah pembukaan kembali pasca-pandemi Covid-19.

Adapun bila dilihat berdasarkan komponen pengeluaran, ekonomi kuartal IV didorong di antaranya oleh kontribusi pengeluaran belanja pemerintah yang diperkirakan akan meningkat sebesar 8,0% yoy pada kuartal ke IV 2025, dibandingkan sebesar 5,5% pada kuartal ke III 2025, sejalan dengan percepatan yang kuat dalam pengeluaran fiskal menjelang akhir tahun.

Sejalan dengan itu, arus pengeluaran personel meningkat 40,0% yoy, sementara pengeluaran modal meningkat sebesar 44,2% yoy. Pengeluaran bantuan sosial juga meningkat secara signifikan sebesar 70,4% yoy, sebagian dialokasikan untuk pengeluaran terkait bencana di Sumatra.

Pemerintah juga meluncurkan stimulus fiskal senilai total Rp 37,4 triliun pada kuartal IV tahun 2025, termasuk program magang, transfer tunai (BLT), dan diskon liburan akhir tahun, yang diharapkan memberikan dukungan tambahan bagi konsumsi rumah tangga.

Selanjutnya adalah konsumsi rumah tangga, diproyeksikan meningkat menjadi 5,0% yoy pada kuartal IV 2025, naik dari sebesar 4,9% pada kuartal III-2025.

Baca Juga: Purbaya Bakal Rotasi 70 Pejabat Pajak pada Kamis (5/2)

Konsumsi rumah tangga tersebut kata Asmo, didukung oleh aktivitas ritel yang lebih kuat selama periode Natal dan liburan akhir tahun, serta transmisi stimulus pemerintah ke permintaan domestik.

Selain itu, pertumbuhan penjualan ritel juga diperkirakan meningkat rata-rata 5,0% yoy, atau naik dari sebesar 4,0% pada kuartal III 2025, sementara Indeks Belanja Mandiri (MSI) meningkat sebagian besar didominasi oleh pengeluaran terkait mobilitas.

Lebih lanjut, kinerja pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) diperkirakan meningkat menjadi 6,3% yoy pada kuartal IV 2025, atau naik dari sebesar 5,0% pada kuartal III 2025), dengan barang modal muncul sebagai pendorong utama.

“Impor barang modal mencatat pertumbuhan terkuat sekitar 22,9% yoy pada kuartal IV tahun 2025, menandakan aktivitas investasi yang lebih kuat,” kata Asmo.

Hal ini diikuti oleh pemulihan penjualan semen, yang tumbuh sebesar 0,8% yoy setelah mengalami kontraksi pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan percepatan proyek infrastruktur dan konstruksi menjelang akhir tahun.

Asmo menambahkan, kinerja sektor eksternal diperkirakan akan melambat, dengan ekspor melambat menjadi 4,2% yoy, sementara impor meningkat lebih cepat sebesar 7,2% yoy di tengah aktivitas domestik yang lebih kuat, sehingga menghasilkan kontribusi ekspor bersih yang lebih rendah.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Sebut Penerimaan Pajak Januari 2026 Diperkirakan Tumbuh 30%

Selanjutnya: Manfaatkan Momen Ramadan, Lion Parcel Bidik Pertumbuhan 40% pada Semester I 2026

Menarik Dibaca: Desain iPhone 17e: Bezel Tipis dan Charger Super Cepat Menanti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×