kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Pertamina bakal bebas dari program pelayanan publik


Jumat, 19 November 2010 / 10:23 WIB
Pertamina bakal bebas dari program pelayanan publik
ILUSTRASI. XL Axiata EXCL


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pertamina akan mendapatkan hak istimewa melalui revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas). Sebab, DPR ingin mendorong Pertamina tumbuh menjadi perusahaan kelas dunia.

Salah satu hak istimewa tersebut adalah membebaskan Pertamina dari program kewajiban pelayanan umum atau public service obligation (PSO) minyak dan gas bumi (migas). "Seperti Petronas, mereka tidak berkewajiban menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi," kata Wakil Ketua Komisi Energi (VII) DPR, Zainuddin Amali, Jumat (19/11).

Zainuddin mengatakan kewajiban PSO akan dialihkan ke Badan Pelaksana Hilir (BPH) Migas. "Sedang Pertamina, harus fokus mencari laba dan meningkatkan kualitas kerjanya," ujar Zainuddin.

Tak hanya itu, Pertamina juga bakal mendapat hak istimewa lain. Pertamina akan diprioritaskan dalam mengolah pertambangan migas di tanah air. "Kontrak pertambangan tidak akan dilelang sebelum diberikan ke Pertamina," tandas Zainuddin.

Selama ini, kontrak pertambangan tersebut selalu dilelang. Padahal, peserta lelang tidak hanya dari perusahaan domestik saja, tetapi juga berasal dari luar negeri. Akibatnya, sering kali Pertamina kalah dalam lelang tersebut sehingga kontrak tersebut diperoleh perusahaan asing. "Perusahaan asing bisa saja memiliki peralatan dan teknologi lebih canggih, sehingga bisa efisien dan menjanjikan yang lebih untuk memenangkan lelang tersebut," papar Zainuddin.

Saat ini, pembahasan revisi tersebut tengah memasuki pengumpulan daftar inventaris masalah (DIM). Pembahasan akan mulai dilakukan pada masa persidangan II 2010-2011 atau sekitar akhir November ini hingga Januari mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×