kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI–AS Resmi Diteken Prabowo–Trump


Jumat, 20 Februari 2026 / 16:15 WIB
Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI–AS Resmi Diteken Prabowo–Trump
ILUSTRASI. Indonesia dan AS sepakati perjanjian dagang timbal balik yang ditandatangani Prabowo dan Trump. Ini janji kepastian investasi baru. (REUTERS/Denis Balibouse)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik (reciprocal trade agreement).

Kesepakatan strategis ini ditandatangani langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, D.C., Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Penandatanganan perjanjian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia–AS, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan strategis. Kesepakatan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan kepastian bagi pelaku usaha serta memperluas peluang investasi di kedua negara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perjanjian ini dirancang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

“Perjanjian Bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: AS Beri Tarif 0% untuk Tekstil Indonesia Lewat Skema Kuota Impor

Dorong Keamanan Ekonomi dan Pertumbuhan

Melalui kesepakatan ini, Presiden Prabowo dan Presiden Trump berharap dapat memperkuat keamanan ekonomi nasional masing-masing negara. Kerja sama tersebut juga ditargetkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap stabilitas kemakmuran global secara berkelanjutan.

“Perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global,” imbuhnya.

Pemerintah menilai perjanjian ini sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar dan memperdalam integrasi ekonomi Indonesia dengan mitra dagang utama, termasuk Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia.

Instruksi Tindak Lanjut dari Presiden

Pasca penandatanganan, Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas kepada jajaran menteri di Kabinet untuk segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut melalui langkah konkret di tingkat teknis dan implementasi.

“Presiden Trump dan Presiden Prabowo juga menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah lanjutan guna membuka era keemasan baru bagi kemitraan strategis Amerika Serikat–Indonesia,” pungkas Teddy.

Instruksi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan implementasi perjanjian berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha.

Tarif 19% dan Proses Teknis Penandatanganan

Sebelumnya, proses teknis penandatanganan draf kesepakatan tarif 19% dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Prosesi tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden berjudul "Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS".

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Buka Akses Impor Pertanian AS Senilai Rp 75,98 Triliun

Dalam prosesi teknis tersebut, Presiden Prabowo dan Presiden Trump tidak hadir secara langsung. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memberikan keterangan resmi mengenai waktu pemberlakuan tarif 19% tersebut.

Kepastian bagi Pelaku Usaha dan Investor

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesepakatan ini akan memberikan kepastian hukum dan arah kebijakan bagi pelaku usaha serta investor dari kedua negara.

"Saya pikir ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta bagi kawasan Pasifik yang lebih luas," ujar Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa proses negosiasi berlangsung intensif selama beberapa bulan terakhir, mencakup berbagai isu strategis termasuk keseimbangan perdagangan.

"Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu," tambahnya.

Selanjutnya: Smartfren Gelar Program Digital dan Promo untuk Sambut Ramadan 2026

Menarik Dibaca: 4 Destinasi Cantik untuk Menikmati Musim Bunga Sakura Selain Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×