Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyayangkan Indonesia hingga kini belum mampu menembus putaran final Piala Dunia meski memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi contoh nyata pentingnya evaluasi berbasis fakta untuk mendorong kemajuan bangsa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan 100 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026).
Prabowo mengatakan pembangunan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, menurutnya, setiap persoalan harus dilihat secara rasional dan berdasarkan fakta, meski terkadang kenyataan tersebut tidak menyenangkan.
Baca Juga: Tahan Spanyol dan Uruguay, Cape Verde Ukir Kisah Sensasional di Piala Dunia 2026
“Kadang-kadang fakta itu tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak. Terus terang saja, contoh yang kecil saja. Kita negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, hampir 300 juta, tetapi saya sangat sedih, terus terang saja, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia,” ujar Prabowo.
Ia kemudian membandingkan Indonesia dengan negara kecil seperti Cape Verde yang berhasil lolos ke Piala Dunia. Menurut Prabowo, perbandingan tersebut seharusnya menjadi bahan introspeksi, bukan untuk mencari kambing hitam.
“Masa negara kecil seperti Cape Verde masuk? Saya enggak tahu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang lebih banyak Sumedang. Banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ. Ini yang harus kita introspeksi, kita harus lihat,” katanya.
Prabowo menegaskan, langkah yang perlu dilakukan adalah mempelajari faktor-faktor yang membuat negara lain berhasil, mulai dari sistem pembinaan, pelatih hingga metode pengembangan atlet.
“Saya bilang jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam. Sekarang belajar bagaimana, kenapa kok bisa negara itu masuk. Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana?” ujarnya.
Baca Juga: Tambah Spanyol dan Portugal, Ini Negara yang Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Menurut Prabowo, pendekatan serupa juga harus diterapkan dalam pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia unggul yang dibina melalui pendidikan serta riset yang kuat.
Ia mengutip pandangan Presiden ke-3 RI, B. J. Habibie, yang pernah menyebut Indonesia memiliki potensi besar karena satu persen penduduk yang cerdas saja sudah mencapai hampir tiga juta orang.
“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali. Tetapi apa pun yang kita punya, saudara-saudara saintis harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” katanya.
Prabowo menambahkan, kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui pendekatan ilmiah yang mengedepankan rasionalitas, sains, dan teknologi.
Menurutnya, keberanian mengakui kekurangan merupakan langkah awal untuk memperbaiki berbagai sektor, termasuk pendidikan, riset, hingga daya saing Indonesia di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
