kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Peringatan! Kasus Varian Omicron di Indonesia bakal Jauh Lebih Tinggi dari Delta


Selasa, 11 Januari 2022 / 14:57 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikinmemperingatkan, kenaikan kasus transmisi varian Omicron bakal jauh lebih tinggi dari Delta.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Kemenkes juga akan melakukan penyesuaian dengan merekomendasikan perubahan peraturan penatalaksanaan pasien Covid-19, termasuk menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien gejala ringan. 

Dari hasil penelitian, Molnupiravir dan Plaxlovid mampu mengurangi gejala parah bahkan kematian pada pasien Covid-19 dan terbukti aman. 

Kedua obat itu telah mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan sedang dalam proses mendapatkan EUA dari BPOM. 

Budi memerinci, dari total 414 kasus terkonfirmasi Omicron, 99% gejalanya ringan dan tanpa gejala. Sedangkan yang masuk kategori sedang atau butuh perawatan oksigen hanya dua orang.

Dua pasien dengan gejala sedang adalah lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun. Keduanya memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan kini telah dinyatakan sembuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×