kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Peringatan BMKG untuk waspada: La Nina datang, curah hujan bisa 70% di atas normal


Selasa, 19 Oktober 2021 / 16:31 WIB
Peringatan BMKG untuk waspada: La Nina datang, curah hujan bisa 70% di atas normal
ILUSTRASI. Awan pekat menyelimuti langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (4/6/2020). BMKG menyampaikan peringatan dini untuk waspada terhadap kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini. ANTARA FOTO/Rahmad.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyampaikan peringatan dini untuk waspada terhadap kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini.

Berdasarkan monitoring BMKG terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian Tengah dan Timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina.

"Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah sedang, setidaknya hingga Februari 2022," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran pers Selasa (19/10).

Mengacu kejadian La Nina tahun 2020, hasil kajian BMKG menunjukkan, curah hujan mengalami peningkatan pada November, Desember, dan Januari terutama di wilayah Sumatra bagian Selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian Selatan, dan Sulawesi bagian Selatan.

Baca Juga: Bukan gelombang panas, ini penyebab suhu di Indonesia di atas 36°C

"La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20%-70% di atas normalnya," ungkap Dwikorita.

Dengan ada potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut, Dwikorita bilang, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Waspada bencana termasuk badai tropis

BMKG mengingatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi.

"Seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung, bahkan badai tropis," imbuh dia.

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jabodetabek hujan, waspada petir




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×