kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Per Agustus 2021, realisasi dividen BUMN capai Rp 29 triliun


Selasa, 05 Oktober 2021 / 19:28 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Dividen Bank BUMN


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga melaporkan realisasi pembayaran dividen BUMN per akhir Agustus 2021 mencapai Rp 29 triliun.

“Ini sudah naik dari target pembayaran dividen BUMN yang tadinya Rp 25 triliun,” kata Arya Sinulingga kepada Kontan.co.id, Senin (4/10).

Arya Sinulingga mengatakan, pembayaran dividen BUMN tersebut sebagian besar berasal dari sektor perbankan, PT Telkom Indonesia (Persero) dan juga dari sektor energi.

Baca Juga: DPR berencana revisi UU BUMN, ini kata Erick Thohir

Sementara itu, menurut Arya, penurunan pemasukan dividen BUMN paling besar yaitu dari sektor logistik dan sektor perhubungan udara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat membuat penurunan setoran dividen BUMN perbankan. 

Dalam hal ini, ada penurunan kinerja keuangan BUMN perbankan sebagai imbas dari pandemi.

Sebagai informasi, pada 2022 Pemerintah menargetkan penerimaan dividen dari BUMN sebesar Rp 28,5 triliun pada tahun 2022. Angka tersebut tumbuh 9,07% dari proyeksi tahun ini sejumlah Rp 26,13 triliun.

Selanjutnya: Penerimaan kekayaan negara yang dipisahkan turun 52,27% per Juli 2021, ini sebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×