kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.955   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.142   33,77   0,55%
  • KOMPAS100 810   8,96   1,12%
  • LQ45 618   9,83   1,62%
  • ISSI 211   -0,32   -0,15%
  • IDX30 350   6,27   1,83%
  • IDXHIDIV20 437   8,24   1,92%
  • IDX80 93   1,12   1,22%
  • IDXV30 118   0,75   0,64%
  • IDXQ30 113   2,28   2,06%

Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri Organisasi AI Dunia


Jumat, 17 Juli 2026 / 12:57 WIB
Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri Organisasi AI Dunia
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) setelah menandatangani dokumen pendirian organisasi tersebut dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.

Dokumen pendirian WAICO ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama perwakilan dari sekitar 30 negara.

Keikutsertaan Indonesia menandai komitmen pemerintah untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga: BPK: Hanya 36 Wajib Pajak Nikmati Insentif Tax Holiday Rp 7,26 Triliun

Selain Indonesia, negara yang ikut menandatangani deklarasi pendirian WAICO antara lain Aljazair, Brasil, Malaysia, Rusia, Afrika Selatan, Pakistan, Kazakhstan, Serbia, Venezuela, Zambia, hingga China.

WAICO merupakan organisasi internasional antarpemerintah yang bersifat independen dan berfokus pada kerja sama AI di sektor sipil secara inklusif dan non-diskriminatif. 

Sebagai anggota pendiri, Indonesia akan memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan arah kebijakan serta struktur kelembagaan organisasi tersebut.

Airlangga mengatakan keterlibatan Indonesia sejak tahap awal pendirian WAICO merupakan langkah strategis agar tata kelola AI global tetap berorientasi pada manusia (human-centric) dan mampu memberikan manfaat yang setara, terutama bagi negara-negara berkembang.

Pemerintah juga memastikan seluruh kerja sama yang dilakukan melalui WAICO tetap sejalan dengan regulasi nasional, prinsip etika AI, kedaulatan data, serta kepentingan strategis Indonesia dalam berbagai kerja sama ekonomi internasional.

Menurut Airlangga, penerapan AI memiliki potensi besar untuk mempercepat transformasi berbagai sektor di Indonesia. Teknologi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung modernisasi pertanian, pengembangan energi terbarukan, hingga inovasi layanan kesehatan digital.

Baca Juga: DJP Perketat Pengawasan, Jejak Digital Wajib Pajak Ikut Dipantau

Ia menambahkan, optimalisasi AI juga membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang memadai, terutama pembangunan pusat data (data center). 

Dengan infrastruktur tersebut, AI diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Outcome kecerdasan artifisial atau AI, bagi saya mencakup banyak bidang karena cakupan AI sangatlah luas. Bagi negara-negara seperti Indonesia, tentu saja penerapan AI dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian (pertanian modern), transisi energi, dan kemudian untuk energi terbarukan, serta untuk mengembangkan banyak sektor digital termasuk di sektor kesehatan. Saya rasa saat ini ekonomi digital Indonesia bernilai US$ 13 miliar, dan kita sedang menuju US$ 300 miliar, di mana jumlah tersebut akan berlipat ganda dengan adanya AI," kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Pemerintah memperkirakan pemanfaatan AI akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan deklarasi WAICO, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi digital nasional, memperkuat kesiapan infrastruktur pusat data di dalam negeri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang AI, serta memperluas peluang kolaborasi internasional yang dapat memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×