kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Penyuntikan elpiji paling tinggi di Jakarta


Jumat, 20 Agustus 2010 / 14:18 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Praktek penyuntikan gas elpiji masih banyak terjadi. Paling besar, praktek ilegal tersebut terjadi di wilayah Jabodetabek.

Ini terbukti dari banyaknya tabung gas yang rusak pada klep. Kerusakan pada klep tabung itu menunjukkan telah terjadi penyuntikan gas elpiji secara tidak benar. Penyuntikan itu dilakukan dengan memindahkan isi gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram (kg) ke 12 kg.

Data Pertamina menunjukkan ada sekitar 200.000 tabung elpiji 3 kg yang rusak pada klepnya setiap hari di wilayah Jabodetabek. Jumlah ini merupakan 13,33% dari total penjualan per hari di wilayah Pertamina Regional II. "Angka tersebut tertinggi, dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain," kata Mochamad Toriq, Kepala Operasional PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat.

Nah, dari kawasan tersebut, Jakarta menempati urutan pertama. Karena, lebih dari 50% tabung yang rusak tersebut berasal dari Jakarta. "Ini menunjukkan, pengoplosan di Jakarta paling banyak," kata Toriq.

Untuk daerah lain, Toriq bilang tidak terlalu banyak. Bahkan, dalam penarikan per hari, belum tentu dijumpai tabung yang mengalami kerusakan klep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×