kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.537   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Awas, banyak regulator elpiji yang rusak


Kamis, 19 Agustus 2010 / 15:55 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hati-hati dengan pemakaian regulator tabung elpiji ukuran 3 kilogram (kg). Bisa jadi, regulator tersebut sudah rusak. Karena, saat ini, banyak regulator rusak yang beredar di masyarakat.

Ini terbukti dari hasil kunjungan tim advokasi ledakan tabung Fraksi PKS DPR ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (19/8). Di SPBE tersebut, ditemukan bagian luar kelep tabung dari masyarakat telah dililitin dengan gelang karet. Biasanya, hal itu dilakukan untuk mengakali penggunaan regulator yang tidak menutup rapat.

Sayangnya, tidak ada jumlah pasti besarnya regulator yang rusak. Namun, di SPBU tersebut, sudah terkumpul gelang karet sekitar satu karung ukuran 25 kg. "Ini berarti banyak regulator yang rusak," kata Djaelani Sutomo, Direktur Pemasaran PT Pertamina.

Makanya, Djaelani menyarankan, masyarakat mengecek ulang penggunaan regulatornya. Nah, kalau sudah tidak bisa menutup rapat lagi, Djaelani menyarankan segera mengganti regulator tersebut. "Kalau tidak diganti, ini bisa memicu kebocoran tabung gas sehingga bisa menimbulkan ledakan," kata Djaelani.

Untuk penggantian, Djaelani menyarankan menggunakan produk dari Pertamina. Sebab, kualitasnya sudah terjamin. Harganya juga murah. Untuk regulator hanya Rp 20.000 per unit, sedang untuk selang Rp 15.000 per unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×