kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Pertamina: Jangan pakai penekan regulator


Kamis, 19 Agustus 2010 / 15:43 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Banyak masyarakat belum faham tentang cara penggunaan regulator tabung gas elpiji. Indikasinya, banyak yang menggunakan penekan regulator agar tetap menempel di tabung.

Pertamina mengatakan, penggunaan penekan regulator itu merupakan cara yang salah. Sebab, penekan tersebut bisa merusak regulator. "Akibatnya ada kebocoran, sehingga bisa menimbulkan ledakan," kata Direktur Pemasaran Pertamina Djaelani sutomo, di sela-sela kunjungan bersama tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR, Kamis (19/8).

Djaelani mengakui, saat ini penggunaan penekan regulator tersebut sangat banyak. Sebab, pemerintah masih belum melarang penjualan produk tersebut.

Pertamina saat ini sedang gencar mensosialisasikan penggunaan regulator yang benar ke masyarakat. Sebab, akhir-akhir ini, ledakan yang disebabkan gas elpiji semakin sering terjadi.

Selain karena ketidaktahuan masyarakat, penyebab ledakan itu juga akibat penyuntikan gas elpiji ilegal. Banyak masyarakat yang memindahkan gas elpiji tabung ukuran 3 kilogram (kg) ke tabung 12 kg. Pemindahan ini dilakukan karena ada perbedaan harga antara tabung 3 kg dan 12 kg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×