kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.537   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina: Jangan pakai penekan regulator


Kamis, 19 Agustus 2010 / 15:43 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Banyak masyarakat belum faham tentang cara penggunaan regulator tabung gas elpiji. Indikasinya, banyak yang menggunakan penekan regulator agar tetap menempel di tabung.

Pertamina mengatakan, penggunaan penekan regulator itu merupakan cara yang salah. Sebab, penekan tersebut bisa merusak regulator. "Akibatnya ada kebocoran, sehingga bisa menimbulkan ledakan," kata Direktur Pemasaran Pertamina Djaelani sutomo, di sela-sela kunjungan bersama tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR, Kamis (19/8).

Djaelani mengakui, saat ini penggunaan penekan regulator tersebut sangat banyak. Sebab, pemerintah masih belum melarang penjualan produk tersebut.

Pertamina saat ini sedang gencar mensosialisasikan penggunaan regulator yang benar ke masyarakat. Sebab, akhir-akhir ini, ledakan yang disebabkan gas elpiji semakin sering terjadi.

Selain karena ketidaktahuan masyarakat, penyebab ledakan itu juga akibat penyuntikan gas elpiji ilegal. Banyak masyarakat yang memindahkan gas elpiji tabung ukuran 3 kilogram (kg) ke tabung 12 kg. Pemindahan ini dilakukan karena ada perbedaan harga antara tabung 3 kg dan 12 kg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×