kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pengusaha taksi minta BBM subsidi tidak dihapus


Rabu, 25 Desember 2013 / 15:40 WIB
ILUSTRASI. Ekonom memperkirakan cadangan devisa pada Agustus 2022 masih berpotensi turun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Chairman of Blue Bird Group Bayu Priawan menegaskan pihaknya tak ingin Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dihapus dari Jakarta. Penghapusan BBM bersubsidi diwacanakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Ada wacana subsidi akan dihilangkan di daerah Jakarta, menurut saya nggak mungkin," ujar Bayu, Selasa (24/12).

Bayu berpendapat daripada Pemerintah Provinsi menghapus BBM bersubsidi di Jakarta, pihaknya lebih memilih agar harga BBM bersubsidi dinaikkan secara bertahap. "Daripada BBM bersubsidi dihilangkan, dinaikkan saja harganya secara bertahap Rp 1.000 perak, per dua bulan," ungkap Bayu.

Bayu mengingatkan, jika harga BBM dinaikkan secara bertahap, anggaran yang digunakan pemerintah harus memperbaiki sarana angkutan umum. Dalam hal ini infrastruktur jalan dan transportasi massal didorong lebih baik. "Diiringi perbaikan sarana umum publik, infrastruktur," jelas Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×