kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.934   0,25   0,00%
  • KOMPAS100 1.231   4,58   0,37%
  • LQ45 870   4,82   0,56%
  • ISSI 323   0,94   0,29%
  • IDX30 442   -0,31   -0,07%
  • IDXHIDIV20 520   4,19   0,81%
  • IDX80 137   0,60   0,44%
  • IDXV30 145   1,36   0,95%
  • IDXQ30 142   0,39   0,27%

Pengusaha senang pajak CPO progresif Prancis batal


Kamis, 04 Agustus 2016 / 18:27 WIB
Pengusaha senang pajak CPO progresif Prancis batal


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pelaku usaha kelapa sawit dalam negeri menyambut gembira keputusan Parlemen Prancis menghapus pajak progresif pada minyak sawit dalam teks draft RUU Biodiversity. Kondisi ini diharapkan menjadi pemicu bagi negara-negara lain untuk tidak menghambat masuknya minyak sawit.

Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun mengatakan, ini merupakan momentum, yang baik bagi industri perkelapa sawitan. "Pengiriman minyak sawait ke Prancis tidak akan terkendala, baik secara langsung meupun melalui negara lainnya," kata Derom, Kamis (4/8).

Sekadar mengingatkan, pada awal tahun Prancis sedang mengajukan perubahan aturan bea masuk atas produk Crude Palm Oil (CPO). Rencananya, pajak CPO yang kita ekspor ke Perancis akan naik mulai dari € 300 per ton hingga € 900 per ton mulai tahun 2017-2020.

Meski ekspor produk minyak sawit dan turunnya ke Prancis relatif kecil dibandingkan negara di kawasan Eropa yang lain, namun hal ini membuat citra sawit kian menurun. Kebutuhan minyak sawit dan turunannya di Prancis sekitar 50.000 ton-150.000 ton per tahun. Pemasoknya, mayoritas adalah Indonesia, Malaysia, dan Afrika.

Sebelumnya, keputusan dianulirnya kebijakan pajak progresif tersebut sangat diapresiasi oleh pemerintah. "Ini kabar baik bagi Indonesia," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menurut Enggar, pemerintah selama ini telah mengambil kebijakan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan atau The Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk memastikan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia diproduksi secara ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap deforestasi dan perubahan iklim.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×