kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.650   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.686   66,58   1,01%
  • KOMPAS100 876   10,38   1,20%
  • LQ45 665   8,57   1,31%
  • ISSI 233   1,99   0,86%
  • IDX30 371   4,04   1,10%
  • IDXHIDIV20 458   3,91   0,86%
  • IDX80 100   1,17   1,19%
  • IDXV30 127   1,23   0,98%
  • IDXQ30 119   1,03   0,87%

Pengamat: Integrasi Badan Geologi-BMKG Dinilai Bisa Percepat Mitigasi Bencana


Selasa, 08 September 2026 / 13:19 WIB
Pengamat: Integrasi Badan Geologi-BMKG Dinilai Bisa Percepat Mitigasi Bencana
ILUSTRASI. Kabut asap karhutla di Lintang Batang Kalbar (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana integrasi Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dinilai dapat mempercepat layanan informasi kebencanaan.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah mengatakan, kedua lembaga memiliki informasi yang saling melengkapi. BMKG memiliki informasi cuaca dan geofisika, sedangkan Badan Geologi memiliki informasi terkait kondisi kebumian.

Integrasi dinilai dapat membuat informasi mengenai potensi bencana lebih cepat digunakan untuk mitigasi. Terlebih, Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Alasan PT TPL Ditetapkan Tersangka Terkait Transfer Pricing

“Integrasi itu bisa mempercepat layanan informasi kebencanaan. BMKG memberikan informasi cuaca, sementara Badan Geologi mempelajari kondisi kebumian. Kalau digabungkan, informasinya bisa lebih efektif untuk melihat kondisi dan mengantisipasi potensi bencana,” ujar Trubus kepada KONTAN, Selasa (8/9).

Menurut Trubus, integrasi juga berpotensi memangkas tahapan birokrasi. Pasalnya, Badan Geologi saat ini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga koordinasi dengan BMKG masih melalui mekanisme kementerian.

Meski demikian, Trubus menilai merger kedua lembaga belum tentu diperlukan. Kolaborasi dan sinergi antarlembaga dinilai sudah dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pertukaran informasi.

“Kalau mereka bisa melakukan kolaborasi dan sinergitas sebenarnya sudah cukup. Yang penting bagaimana informasi kondisi kebumian dan cuaca bisa cepat diterima untuk kepentingan mitigasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Trubus menilai Badan Geologi memiliki fungsi yang lebih luas dari mitigasi bencana. Lembaga tersebut juga menangani pemetaan dan kajian sumber daya mineral serta fungsi kebumian yang berkaitan dengan sektor ESDM.

Karena itu, pemerintah perlu mengkaji bentuk integrasi agar tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Penguatan integrasi data dan koordinasi dapat menjadi pilihan tanpa harus menggabungkan seluruh fungsi kedua lembaga.

Wacana integrasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 7 September 2026. Pemerintah hingga kini masih mengkaji bentuk dan mekanisme integrasi Badan Geologi dengan BMKG.

Baca Juga: Purbaya Pastikan Dana Bayar Utang Proyek Kereta Cepat Tak Pakai APBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×