kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Turun 14% per Januari 2026, Ini Rinciannya


Selasa, 24 Februari 2026 / 13:54 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Turun 14% per Januari 2026, Ini Rinciannya
ILUSTRASI. Penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai anjlok 14% di Januari 2026. Penurunan ini berpotensi memengaruhi stabilitas anggaran (/ )


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Januari 2026 hanya terkumpul Rp 22,6 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa realisasi ini turun 14% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 26,3 triliun.

Berdasarkan rinciannya, terdapat tiga komponen penerimaan kepabeanan dan cukai. Sayangnya, ketiganya kompak mengalami penurunan di awal tahun.

Pertama, penerimaan cukai hanya terkumpul Rp 17,5 triliun, atau 7,2% dari target APBN yang ditetapkan. Realisasi ini mengalami penurunan 12,4% yang dipengaruhi oleh penurunan produksi rokok pada akhir tahun 2025.

Baca Juga: Prediksi Lebaran 2026 Berpotensi Beda, Ini Penjelasannya

"Pada Desember 2025, produksi rokok terjadi penurunan ketimbang Desember 2024. Namun, pada Januari 2026 mengalami kenaikan ketimbang 2025 karena perusahaan melakukan optimalisasi dalam pembelian pita cukai," ujar Suahasil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (23/2).

Kedua, penerimaan bea keluar terealisasi Rp 1,4 triliun atau 3,4% dari target APBN. Realisasi ini mengalami penurunan 41,6% jika dibandingkan dengan tahun lalu karena penurunan harga CPO.

Ketiga, Suahasil menyampaikan bahwa penerimaan bea masuk terkumpul Rp 3,7 triliun atau 7,4% dari target APBN.

Setoran ini mengalami penurunan 4,4% karena dipengaruhi oleh beberapa aspek, di antaranya meningkatnya impor barang yang dikenakan tarif MFN sebesar 0%, adanya utilisasi perjanjian perdagangan bebas (FTA), dan restitusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×