kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Penerima Bantuan Pangan Akan Ditambah Jadi 22 Juta Keluarga Pada Tahun 2024


Jumat, 15 Desember 2023 / 12:25 WIB
Penerima Bantuan Pangan Akan Ditambah Jadi 22 Juta Keluarga Pada Tahun 2024
ILUSTRASI. Pemerintah akan menambah penerima bantuan pangan menjadi 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun 2024ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/YU


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menambah penerima bantuan pangan menjadi 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun 2024, naik 8% dari sebelumnya 21,4 juta KPM.

Manager Humas dan Kelembagaan Perum Bulog Tomi Wijaya mengatakan, penambahan ini telah disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada saat kunjungan kerjanya di Malang kemarin. 

"Presiden kemarin menyampaikan akan cek dulu APBN untuk melihat kecukupanya jika ditambah 8%," kata Tomi dalam media briefing di Kantor Bulog, Jumat (15/12). 

Baca Juga: Stok Beras Capai 1,4 Juta Ton, Bulog Pastikan Cukup untuk Kebutuhan Nataru

Terkait data penerimanya nantinya akan diperoleh dari proses updating data yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). 

"Ini akan diupdate sama Kemenko PMK jadi tambah 8% totalnya 22 juta KPM," ungkap Tomi. 

Meski demikian, Tomi belum tahu pasti berapa anggaran yang akan disiapkan untuk tambahan penerima bantuan pangan beras ini. 

Menurutnya tambahan anggaranya tengah diperhitungkan oleh Badan Pangan Nasional. 

Baca Juga: Masyarakat Akan Terima BLT El Nino Rp 400.000 per Keluarga di Kantor Pos

Diketahui, pemerintah memutuskan bantuan pangan beras diperpanjang sampai Juni 2024. Pemerintah beralasan perpanjangan bantuan pangan agar dapat terus menjaga daya beli dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah. 

Selain itu, penyaluran bantuan pangan beras ini juga digunakan sebagai langkah intervensi pemerintah untuk menekan harga beras di pasar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×