kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.009   28,00   0,16%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Penerbitan SBN akan dipangkas, begini kata ekonom Bank Mandiri


Minggu, 21 Maret 2021 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Bauran Kebijakan Moneter dan Fiskal . KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/12/2018


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

Di sisi lain, Faisal mengatakan dampak SBN terhadap tren kenaikan yield US Treasury akan terbatas karena tiga hal. Pertama, proporsi kepemilikan asing cenderung lebih rendah. Kedua, cadangan devisa per Februari 2021 tertinggi sepanjang masa. Ketiga, surplus neraca perdagangan masih akan berlanjut. 

Kondisi obligasi dalam negeri pun dinilai asih prospektif. Sebab, dalam jangka menengah jika Indonesia berhasil pulih lebih cepat, inflow akan kembali masuk karena return yang dijanjikan akan naik. Dus, dengan sendirinya akan menurunkan yield SBN.

Kendati demikian, masalah SBN adalah imbal hasil dari sisi nilai tukar. Jika rupiah terus melemah jelas akan menggerus return. Namun kabar baiknya cadangan devisa terbilang tinggi dan surplus neraca pembayaran masih akan terus berlangsung. 

“Ini bisa jadi katalis positif bagi Bank Indonesia (BI) untuk bisa menstabilkan nilai tukar. Jadi diharapkan bisa menahan outflow. Selain itu the Fed masih menegaskan akan tetap dovish sampai dengan 2023,” ujar dia.

Sebagai info, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga 17 Maret 2021 realisasi penerbitan surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 365,38 triliun. Angka tersebut naik 84% dari pencapaian di periode sama tahun lalu. 

Pencapaian tersebut tertuang dalam laporan DJPPR yang berjudul Government Securities Management. Sehingga, sisa penerbitan SBN di tahun ini tinggal Rp 841,92 triliun dari outlook akhir tahun yang ditetapkan oleh pemerintah sejumlah Rp 1.207,3 triliun.

Secara rinci, dari total penerbitan SBN di periode akhir kuartal I-2021 itu terbagi dalam dua jenis utang antara lain surat utang negara (SUN) tercatat sebesar Rp 293,98 dan surat berharga syariah negara (SBSN) senilai Rp 71,5 triliun.  

Selanjutnya: Penjualan sukuk ritel SR014 capai Rp 16,75 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×