kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Penduduk miskin turun, Kemensos pastikan jumlah penerima bansos tahun ini tetap


Minggu, 26 Januari 2020 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menunjukkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang disalurkan Dinas Sosial Aceh Utara saat peluncuran KKS perdana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Aceh Utara, Aceh, Rabu (26/6/2019). Kementerian sosial melalui Direktor


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

Hal ini dikarenakan nilai bantuan yang diberikan meningkat menjadi Rp 150.000 per bulan kepada setiap KPM, meningkat dari sebelumnya yang sebesar Rp 110.000 per bulan per KPM.

Baca Juga: Efektivitas kenaikan BPNT tergantung pada program pemerintah

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira berpendapat, penerima bantuan sosial memang perlu disesuaikan dengan menurunnya jumlah kemiskinan.

Dia pun mengatakan, penurunan kemiskinan dengan mengandalkan bantuan sosial memang terbukti, tetapi penurunannya relatif kecil dibandingkan penurunan rata-rata 5 tahun terakhir.

"Bansos hanya menjamin penduduk miskin bisa bertahan hidup secara temporer. Ini kurang sustainable," kata Bhima, Minggu (26/1).

Menurut Bhima, sebaiknya anggaran yang ada dialokasikan untuk mengentaskan kemiskinan sebaiknya diarahkan melalui sektor-sektor yang produktif seperti menciptakan lapangan pekerjaan, seperti di bidang pertanian dan perikanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×