kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pendidikan Vokasi Diharapkan Jadi Salah Satu Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional


Jumat, 21 Juli 2023 / 18:28 WIB
Pendidikan Vokasi Diharapkan Jadi Salah Satu Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
ILUSTRASI. Pendidikan vokasi diharapkan bisa menjadi salah satu tumpuan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendidikan vokasi diharapkan bisa menjadi salah satu tumpuan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kualitas dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus mengembangkan pendidikan vokasi, karena salah satu kunci suatu negara maju adalah tingkat pendidikannya yang ungggul.

“Tidak ada satu negara maju dan ekonominya bagus tapi pendidikannya jelek. Yang pendidikannya jelek pasti PDB (Produk Domestik Bruto) jelek. Dan sebaliknya tidak ada negara yang maju ekonominya tapi pendidikannya jelek. Karena untuk bisa maju butuh SDM yang bagus,” tutur Kiki dalam agenda Seremoni Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Erajaya Swasembada dan Satuan Pendidikan Vokasi, Jumat (21/7).

Baca Juga: Kemendikbudristek Jembatani Kemitraan 49 Satuan Pendidikan Vokasi dengan Erajaya

Kiki menyampaikan, saat ini pemerintah tengah fokus pada keduanya, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendidikan, dengan salah satu tumpuannya mengandalkan Pendidikan vokasi.

“Vokasi diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi, dan pada saat yang sama industri pun ikut membentuk dan mewarnai Pendidikan vokasi,” jelasnya.

Adapun saat ini Pendidikan vokasi tengah gencar menjalin kerja sama dengan industri, untuk membantu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta perguruan tinggi vokasi (PTV) agar siswanya bisa memiliki kemampuan lebih dan siap bekerja ketika sudah lulus.

Biasanya industri membantu mulai dari memberikan penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi SDM vokasi, penyediaan guru/dosen tamu, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana, sertifikasi kompetensi, praktik kerja lapangan dan magang, rekrutmen lulusan, serta penelitian terapan (applied joint research).

Bahkan industri juga ada yang melakukan praktisi mengaajar minilal 50 jam per semester yang datang langsung ke sekolah atau kampur, juga ada yang memberikan satu unit produksi khusus di sekolah sehingga siswa bisa belajar langsung.

“Nantinya secara umum dalam jangka panjang dengan adanya kerja sama ini, bangsa ini akan diuntungkan. Sebab kemitraan dengan sektor Pendidikan menjadi strategi bisnis yang penting,” ungkapnya.

Baca Juga: Tingkatkan Program Vokasi, PTSI Gandeng Politeknik Ketenagakerjaan

Dia mencatat, berdasarkan data 2022 dan 2023 menyatakan bahwa industri yang belum memrhatikan oenyiapan SDM masa depannya akan kesulitan menjalankan bisnisnya dengan daya saing tinggi karena tidak mendapatkan SDM yang baik.

“SDM sekarang dam masa depan itu adalah SDM yang punya banyak pilihan artinya ketika industrinya tidka memberikan untuk bekerja dengan baik, mereka punya banyak pilihan untuk mengerjakan yang lain. Sehingga  persaingan industri bukan hanya penguasaan teknologi tetapi penyiapan SDM yang mempuni,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×