Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Selain pengembangan universitas, Presiden Prabowo memaparkan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional, tetapi juga berpotensi mengurangi belanja masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
“Menurut perhitungan saya, jika kita membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus, kita bisa menghemat sekitar US$ 6 miliar per tahun. Dana tersebut bisa kita alokasikan kembali untuk pengembangan universitas dan rumah sakit,” ujarnya.
Presiden juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra di Inggris. Ia meyakini kolaborasi ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan tinggi dan sistem kesehatan Indonesia.
Prabowo optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga 10 universitas baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada 2028.
Tonton: Isu Tukar Posisi Juda Agung–Thomas Djiwandono Menguat di BI
“Pada awal 2028, kita bisa memiliki angkatan pertama. Universitas-universitas ini akan dibangun dalam satu kawasan terpadu, dengan jaminan kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan kampus, agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Presiden.
Selanjutnya: Milenial & Gen Z Paling Rentan Terkena Scam di Era Digital, Ini Peringatan Pemerintah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













