kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendapatan untuk Konsumsi Turun, Tapi Pembayaran Cicilan dan Tabungan Meningkat


Selasa, 09 Januari 2024 / 12:56 WIB
Pendapatan untuk Konsumsi Turun, Tapi Pembayaran Cicilan dan Tabungan Meningkat
ILUSTRASI. Pengunjung Pendapatan Masyarakat untuk Konsumsi Menurun, Tetapi Pembayaran Cicilan dan Tabungan Meningkat.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rata-rata porsi pendapatan masyarakat yang dibelanjakan pada Desember 2023 sedikit menurun bila dibandingkan dengan bulan November 2023.

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang terbit Selasa (9/1) menunjukkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio Desember 2023 sebesar 74,3%. Rasio tersebut turun tipis, bila dibandingkan dengan rasio pada bulan Oktober 2023 yang sebesar 75,3%.

Rata-rata porsi konsumsi per kelompok terpantau menurun untuk semua tingkat pengeluaran, kecuali responden dengan pengeluaran Rp 2,1 juta sampai Rp 3 juta per bulan.

Baca Juga: Tren Kenaikan Konsumsi Masyarakat Diproyeksi Berlanjut pada 2024

Tingkat pengeluaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta mengalami penurunan 0,5 poin menjadi 75,2. Kemudian pengeluaran Rp 4,1 juta sampai Rp 5 juta menurun 1 poin menjadi 71,2, dan pada kelompok pengeluaran Rp lebih dari 5 juta menurun 1,4 poin menjadi 71,2.

Kemudian,  konsumsi per kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta tetap stabil di 73,3, dan pengeluaran pada kelompok Rp 2,1 juta sampai Rp  3 juta meningkat 1,2 poin menjadi 76,3.

Survei tersebut juga menunjukkan, rata-rata porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membayar utang atau cicilan pun meningkat. Ini tercermin dari debt to income ratio mengalami peningkatan menjadi 10,0% pada Desember 2023 dari 9,3% pada periode sebelumnya.

Sementara itu proporsi pendapatan konsumen yang disimpan atau saving to income ratio tercatat sedikit meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu menjadi sebesar 15,7%

Sementara itu, kondisi tabungan masyarakat per kelompok pengeluaran rata-rata mengalami peningkatan.

Baca Juga: Nilai Belanja Masyarakat Naik di Akhir 2023, Ini Pendorongnya

Untuk tabungan kelompok pengeluaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta meningkat 0,9 poin menjadi 16,7, tabungan dengan kelompok Rp 4,1 juta sampai Rp 5 juta meningkat 0,2 poin atau menjadi 17,2, dan tabungan dari kelompok pengeluaran lebih dari Rp 5 juta meningkat 0,5 poin menjadi 16,7.

Sedangkan tabungan dengan kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta tetap stabil di 14,6, dan kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta sampai Rp 3 juta tabungannya menurun 1,1 poin menjadi 14,6.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×