kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pemprov DKI fasilitasi akses air bersih ke warga


Rabu, 29 Mei 2013 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Membakar Lemak pada Tubuh


Reporter: Fahriyadi | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk menyediakan fasilitas air bersih untuk warga miskin di Jakarta, salah satunya dengan menggratiskan biaya instalasi pemasangan.

"Kita meminta Perusahaan Air Minum (PAM Jaya) untuk tidak mengenakan biaya kepada masyarakat miskin saat melakukan pemasangan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok), Rabu (29/5).

Meskipun memberi gratis pemasangan, menurut Ahok tarif air untuk warga tersebut akan dinaikan dari tarif biasanya.

Ia menjelaskan para warga tidak mampu ini lazimnya membeli air bisa sampai Rp 25.000-Rp 50.000 per kubik, sedangkan kalau beli di PAM Jaya hanya Rp 1.050 per kubik. "Tapi tarif Rp 1.050 per kubik itu kalau masyarakat membayar biaya pemasangan Rp 1,8 juta," ungkap Ahok.

Untuk itu, mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan bahwa perlu dibuat perjanjian baru, yakni dengan membebaskan biaya pemasangan, tapi harga air yang harus dibayar Rp 10.000 per kubik.

Menurutnya pengelolaan air dengan mekanisme ini nantinya akan diserahkan ke PAM Jaya yang langsung bekerjasama dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Kalau Ditjen Cipta Karya bangun, maka diserahkan ke PAM Jaya dan bukan kepada Palyja, yang notabene operator air bersih di Jakarta," ujarnya. Menurut Ahok hal itu bisa dilakukan karena menggunakan APBN untuk membangunnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×