Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun bisa tercapai.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani optimistis investasi dapat memberikan kontribusi di atas 29% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Rosan menyampaikan, target tersebut merupakan arahan langsung Presiden dan menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga Kuartal I 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp 498,8 triliun atau sekitar 24,4% dari target tahunan, dengan pertumbuhan 7,2% secara tahunan meski lebih rendah dibandingkan 15,9% pada periode yang sama tahun lalu.
“Kalau kita lihat kontribusi dari investasi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia itu biasanya mencapai kurang lebih 28%–29%, tapi kami melihat ini bisa kontribusinya makin meningkat ke depannya,” jelasnya dalam konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Prabowo Setujui Ekspor Pupuk ke Australia, Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Pasokan
Rosan juga menegaskan optimisme pemerintah dalam mencapai target investasi tahun ini. Menurutnya, minat investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi, didukung oleh stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga.
“Jadi kami melihatnya cukup optimistis dengan target sampai akhir tahun 2026 ini sebesar Rp 2.000 triliun lebih ini Insya Allah bisa tercapai. Kami melihatnya optimistis karena kita ketemu dengan mereka dan appetite, keinginan, dan interest mereka itu masih sangat tinggi dan masih sangat-sangat terjaga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pemerintah aktif melakukan promosi investasi ke berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan Singapura. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah bertemu langsung dengan investor untuk menyampaikan kebijakan serta peluang investasi di Indonesia.
Rosan menyebutkan, sektor hilirisasi masih menjadi magnet utama investasi dengan kontribusi sekitar 29%–30% terhadap total investasi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 24%–25%.
Ke depan, pemerintah juga akan mendorong diversifikasi investasi ke sektor lain seperti perkebunan dan perikanan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis target investasi 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Temuan BPK, Potensi Penerimaan Pajak Belum Tergarap Maksimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













