Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
Indonesia dalam forum tersebut menegaskan ketahanan kinerja ekonominya di tengah berbagai krisis global, sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku usaha Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.
Pada hari yang sama, Perry juga melakukan pertemuan bilateral dengan First Deputy Managing Director IMF, Dan Katz. Pertemuan ini membahas perkembangan geopolitik dan tingginya ketidakpastian global.
Dalam diskusi tersebut disoroti bahwa risiko global tidak hanya bersumber dari pergerakan harga minyak, tetapi juga potensi dampak rambatan melalui rantai pasok global.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diprediksi Cuma Tumbuh 5% Sampai Tahun Depan, Baru Membaik di 2027
Karena itu, kalibrasi kebijakan dinilai perlu tidak hanya berfokus pada indikator yang sudah terlihat, tetapi juga mengantisipasi berbagai risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.
Sejalan dengan tiga faktor kunci tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi kebijakan internasional serta komunikasi dengan investor global.
"Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Indonesia
- Menteri Keuangan
- Perry Warjiyo
- Purbaya Yudhi Sadewa
- Investor global
- kebijakan moneter
- kebijakan fiskal
- Ekonomi Indonesia
- Stabilitas Keuangan
- Rantai Pasok Global
- US Chamber of Commerce
- US-ASEAN Business Council
- Ketahanan Ekonomi
- risiko global
- Kemitraan Internasional
- guncangan global
- IMF World Bank Spring Meetings 2026













