kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pemerintah Ungkap Pilar Utama Penopang Ekonomi Indonesia di Hadapan Investor Global


Jumat, 17 April 2026 / 09:53 WIB
Pemerintah Ungkap Pilar Utama Penopang Ekonomi Indonesia di Hadapan Investor Global
Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membeberkan tiga kunci Utama penopang ketahanan ekonomi Indonesia dari ancaman guncangan global. Hal itu disampaikan pemerintah saat melakukan pertemuan dengan penjabat Lembaga keuangan dan investor global di Washington D.C. Amerika Serikat.

Pertemuan dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

Dalam pemaparannya, Perry mengatakan tiga faktor kunci penopang ketahanan ekonomi Indonesia adalah kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global dan penguatan kemitraan internasional.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% Kuartal III 2025, Belanja Pemerintah Harus Didorong

Dalam pertemuan yang dihadiri pimpinan dari Lembaga International Monetary Fund (IMF), US-ASEAN Business Council, serta sejumlah investor global tersebut, Perry menjabarkan pentingnya tiga faktor tersebut.

Pertama, Perry bilang, kredibilitas kebijakan dijaga melalui konsistensi dan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara terkoordinasi. 

Kedua, kemampuan adaptasi dilakukan dengan terus menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan kondisi global yang dinamis. 

Ketiga, penguatan kerja sama internasional terus didorong, termasuk dengan Amerika Serikat dan negara mitra lainnya.

Baca Juga: Sesuai Konsensus, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% di Kuartal III-2025

Dalam kesempatan tersebut, Perry bersama Purbaya juga bertemu dengan pelaku usaha yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce. 

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya interaksi langsung antara pembuat kebijakan dan sektor swasta di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Indonesia dalam forum tersebut menegaskan ketahanan kinerja ekonominya di tengah berbagai krisis global, sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku usaha Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Pada hari yang sama, Perry juga melakukan pertemuan bilateral dengan First Deputy Managing Director IMF, Dan Katz. Pertemuan ini membahas perkembangan geopolitik dan tingginya ketidakpastian global.

Dalam diskusi tersebut disoroti bahwa risiko global tidak hanya bersumber dari pergerakan harga minyak, tetapi juga potensi dampak rambatan melalui rantai pasok global. 

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diprediksi Cuma Tumbuh 5% Sampai Tahun Depan, Baru Membaik di 2027

Karena itu, kalibrasi kebijakan dinilai perlu tidak hanya berfokus pada indikator yang sudah terlihat, tetapi juga mengantisipasi berbagai risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.

Sejalan dengan tiga faktor kunci tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi kebijakan internasional serta komunikasi dengan investor global.

"Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×