kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Pemerintah tidak akan atur harga BBM nonsubsidi


Rabu, 16 Maret 2011 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Aliran dana asing yang keluar dari pasar ekuitas semakin deras seiring dengan merebaknya virus corona di Tanah Air.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah tidak akan menyubsidi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM nonsubsidi, Hatta mengatakan, pemerintah akan segera mempercepat produksi energi alternatif seperti gas dan energi baru dan terbarukan.

Selain itu, Hatta mengatakan, masyarakat harus mengurangi ketergantungan pada BBM. "Baik untuk listrik, tranportasi harus dipercepat. Kita harus all out meningkatkan produksi," katanya, Rabu (15/3).

Seperti diketahui, harga BBM nonsubsidi jenis pertamax naik sekitar Rp 600 per liter untuk daerah Jakarta dan sekitarnya per rabu (16/3). Sebelumnya, tim pengkaji dampak pembatasan BBM subsidi menyarankan, pemerintah menahan harga BBM nonsubsidi sebesar Rp 8.000 per liter. Tujuannya, agar masyarakat tidak beralih mengonsumsi BBM subsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×