kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.905   13,00   0,07%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pemerintah tidak akan atur harga BBM nonsubsidi


Rabu, 16 Maret 2011 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Aliran dana asing yang keluar dari pasar ekuitas semakin deras seiring dengan merebaknya virus corona di Tanah Air.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah tidak akan menyubsidi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM nonsubsidi, Hatta mengatakan, pemerintah akan segera mempercepat produksi energi alternatif seperti gas dan energi baru dan terbarukan.

Selain itu, Hatta mengatakan, masyarakat harus mengurangi ketergantungan pada BBM. "Baik untuk listrik, tranportasi harus dipercepat. Kita harus all out meningkatkan produksi," katanya, Rabu (15/3).

Seperti diketahui, harga BBM nonsubsidi jenis pertamax naik sekitar Rp 600 per liter untuk daerah Jakarta dan sekitarnya per rabu (16/3). Sebelumnya, tim pengkaji dampak pembatasan BBM subsidi menyarankan, pemerintah menahan harga BBM nonsubsidi sebesar Rp 8.000 per liter. Tujuannya, agar masyarakat tidak beralih mengonsumsi BBM subsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×