kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah terus mendorong BUMN melakukan IPO


Senin, 08 Agustus 2011 / 13:35 WIB
Pemerintah terus mendorong BUMN melakukan IPO
ILUSTRASI. Pesawat Sukhoi Su-27 Rusia berhasil mencegat pesawat U-2S milik Angkatan Udara AS dan pesawat patroli maritim Orion P-3C milik Jerman.


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Pemerintah terus mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melepas sahamnya ke publik melalui proses Initial Public Offering (IPO). Hanya saja, sampai akhir tahun ini sepertinya sudah tidak memungkinkan lagi bagi BUMN untuk melantai di bursa.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah saat ini masih terus mendorong BUMN melepas sahamnya ke publik. Dengan IPO, kata Hatta, publik bisa membeli dan memperkuat struktur bursa Indonesia. "Semakin banyak IPO (BUMN) akan semakin baik," jelasnya Senin (8/8).

Hanya saja, Hatta mengatakan dalam sisa akhir tahun ini sepertinya sudah terlalu pendek bagi BUMN untuk melakukan IPO. Dalam sisa tahun ini, kata Hatta adalah waktu bagi beberapa BUMN untuk melakukan persiapan. Salah satu BUMN yang tengah melakukan IPO adalah PT Semen Baturaja.

Seperti diketahui, tahun ini beberapa perusahaan BUMN yang melepas sahamnya ke publik antara lain PT Krakatau Steel dan PT Garuda Indonesia.

Hatta mengatakan, walaupun hingga akhir tahun IPO BUMN sudah tidak mungkin dilakukan, tapi pemerintah dengan bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) tetap memiliki manajemen protokol untuk berjaga-jaga jika terjadi pelarian modal asing. "Jadi kita bisa melakukan respon cepat dan jangan lupa, ada cadangan besar dan dana di APBN juga kita sediakan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×