kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah tawarkan proyek kereta api bandar ke Reliance dengan skema PPP


Rabu, 18 Mei 2011 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. PT Armidian Karyatama, perusahaan pengembang properti perumahan Citra Maja Raya, anak usaha PT Hanson International Tbk (MYRX). 


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menawarkan proyek kereta api bandara kepada Reliance ADA Group dengan skema kerjasama pemerintah dan swasta atau private public partnership (PPP). Skema ini akan dibahas lebih lajut dengan menteri perhubungan dan menteri keuangan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah akan menawarkan proyek itu melalui tender. "Tentu saat ini mereka sedang menunggu penawarannya," katanya, Rabu (18/5).

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menambahkan, pemerintah juga menawarkan proyek double track railway yang menghubungkan Semarang-Surabaya. "Selain itu mereka juga mau investasi di perkeretapian juga di pelabuhan laut maupun di pelabuhan udara, bandar udara," katanya.

Sebelumnya para petinggi Reliance Group bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Para petinggi perusahaan India tersebut yakni CEO Reliance Group Anil Ambani, CEO Infrastructure Jayarama Chalasani, Indonesia Group Director Mukund Dongre dan Reliance Indonesia Hoshin Cho.

Dalam pertemuan tersebut, Reliance memaparkan komitmennya untuk menanamkam investasi mencapai US$10 miliar. Ada tiga sektor yang dibidik Reliance yakni sektor pertambangan, pembangunan infrastruktur, dan pembangkit listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×