kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.183   55,55   0,91%
  • KOMPAS100 822   14,65   1,81%
  • LQ45 618   6,46   1,06%
  • ISSI 214   -1,38   -0,64%
  • IDX30 349   1,00   0,29%
  • IDXHIDIV20 427   0,60   0,14%
  • IDX80 93   0,76   0,82%
  • IDXV30 118   -0,74   -0,62%
  • IDXQ30 112   0,47   0,42%

Pemerintah tarik pinjaman dari tiga lembaga multilateral ini untuk biayai APBN


Kamis, 11 Juni 2020 / 17:50 WIB
ILUSTRASI. Membaca Arah Utang Indonesia ; ilustrasi utang luar negeri; hutang luar negeri


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Meski begitu, pemerintah memastikan pembiayaan yang dilakukan oleh lembaga tersebut tidak akan terpengaruh oleh sentimen pasar. Jadi, semua tujuannya memang untuk membantu pengeluaran darurat dari negara-negara yang terdampak Corona seperti Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman sebelumnya mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan bernegosiasi dengan lembaga multilateral dan bilateral untuk mempertimbangkan kondisi terbaik pada saat melakukan pinjaman ini.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan siap debat dengan Rizal Ramli soal pengelolaan utang negara

Termasuk di dalamnya mengenai pertimbangan untuk menentukan besaran nilai pinjaman, serta nilai batas maksimal dalam melakukan pinjaman.

"Mengenai kebijakan pinjaman ini, kesepakatannya tergantung dari negosiasi kedua belah pihak," kata Luky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×