kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pemerintah targetkan penambahan 1000 pengawas konstruksi


Kamis, 01 Maret 2018 / 22:38 WIB
ILUSTRASI. Tiang pancang Tol Becakayu roboh


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Keselamatan Konstruksi dalam waktu dekat akan mewajibkan penambahan pengawas konstruksi infrastruktur di Tanah Air. Penambahan pengawas ini diperuntukkan bagi proyek yang tengah dibangun saat ini.

Anggota Komite Keselamatan Konstruksi, Danis H. Sumadilaga menyatakan pemerintah menargetkan menambah 1.000 pengawas lapangan.

Penambahan pengawas ini akan segera dilakukan pelatihan untuk sertifikasi pekerja konstruksi. "Mungkin bulan depan kita akan segera mulai," kata Danis, Kamis (1/3).

Dalam tempo dua bulan, Ditjen Bina Konstruksi akan memberikan pelatihan sertifikasi. Dirinya menjelaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menanggung biaya pelatihan pengawas tersebut.

Tapi untuk honor pengawas, Danis berujar perusahaan pemilik proyek yang akan menanggung penambahan anggaran terkait hal itu.

Lantaran proyek-proyek yang akan ditambah pengawas merupakan proyek dengan kontrak yang sudah berjalan. "Honor pengawasan bukan dari PUPR, tapi dalam kontrak pelaksanaan proyek," pungkas Danis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×