kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Pemerintah subsidi 2.500 rumah murah di Palembang


Kamis, 26 Juli 2012 / 08:50 WIB
Pemerintah subsidi 2.500 rumah murah di Palembang
ILUSTRASI. Antrean nasabah untuk bertransaksi di Kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021). 


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) memfasilitasi penyediaan 2.500 unit rumah murah di Palembang. Rumah murah itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang umumnya bekerja di sektor informal.

Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz menyambut baik rencana ini dengan memberikan subsidi dan memfasilitasi prasarana dan sarana utilitas. Subsidi diberikan lewat fasilitas kredit perumahan rakyat fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP). "Saat ini sudah dibangun sebanyak 150 unit. Target penyelesaian pembangunan diharapkan bisa rampung tahun ini," katanya di Jakarta, kemarin.

Dengan harga rumah berkisar antara Rp 50 juta-Rp 60 juta per unit, Kempera akan memberikan subsidi sebesar Rp 10 juta per unit. Selain di Palembang, rumah murah ini bakal dibangun di Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya.

Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) Bahder Johan mengungkapkan, agar kredit segera cair, pihaknya akan memberikan jaminan atas pembayaran angsuran KPR nasabah. PT SP2J akan memberikan jaminan itu kepada Bank Sumsel-Babel sehingga bank itu bisa menyalurkan KPR. "Kami juga bertanggung jawab membeli atau melunasi rumah jika terjadi kredit macet," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×