kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemerintah Siapkan Strategi Mitigasi Dampak Geopolitik Terhadap Investasi Asing


Jumat, 16 Januari 2026 / 17:24 WIB
Pemerintah Siapkan Strategi Mitigasi Dampak Geopolitik Terhadap Investasi Asing
ILUSTRASI. Rosan Roeslani ( ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA). Kondisi geopolitik dunia, termasuk ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, berpotensi memengaruhi iklim investasi di Indonesia.


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan, kondisi geopolitik dunia, termasuk ketegangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, berpotensi memengaruhi iklim investasi di Indonesia. 

Meski begitu, pemerintah telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk menjaga kepercayaan investor.

"Ini kan adalah masalah yang di luar kontrol kita ya. Misalnya, ekstremnya, AS menyerang Venezuela, kan di luar kontrol kita," ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjelaskan, langkah mitigasi pemerintah mencakup perbaikan kebijakan investasi dan penyebaran negara asal investor yang menanamkan modal di Indonesia. 

Baca Juga: Pengusaha Ungkap Alasan Investasi Asing di Indonesia Menurun, Singgung Soal Regulasi

Strategi ini dimaksudkan untuk meminimalkan risiko dan menjaga stabilitas arus investasi.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan investor asing melalui pertemuan langsung maupun virtual, termasuk delegasi negara terkait. 

"Indonesia akan aktif meminta investor berinvestasi ke Indonesia serta mendengarkan kebutuhan mereka sebelum melakukan investasi," kata Rosan. 

Pendekatan ini diharapkan dapat memitigasi ketidakpastian sekaligus menjamin kebutuhan investor selama beroperasi di Tanah Air.

Rosan menambahkan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan daya tarik investasi Indonesia, yang kini bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. 

"Kita tetap punya keunggulan, misalnya harga listrik lebih kompetitif, dan bonus demografi yang perlu kita perkuat melalui pengembangan talenta-talenta lokal," ujarnya.

Baca Juga: Penurunan Investasi Asing Dinilai Cerminkan Krisis Kepercayaan Investor

Ketegangan geopolitik terbaru muncul setelah serangkaian ledakan besar mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. 

AS secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan militer berskala besar, yang menurut Presiden AS Donald Trump berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Status Venezuela sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia menjadi latar utama agresi ini. Selama puluhan tahun, AS menjadi pembeli utama minyak Venezuela, namun hubungan ini kemudian dimanfaatkan sebagai alat tekanan ekonomi. 

Baca Juga: Prospek Investasi Asing ke Indonesia Masih Terbuka Meski Ada Tekanan Global

Sebelumnya, pada 2019, AS sempat menjatuhkan sanksi berat yang memutus akses finansial pemerintah Maduro, yang berujung pada krisis ekonomi dan kemanusiaan serta eksodus jutaan warga.

Dengan latar geopolitik yang terus berkembang, pemerintah Indonesia menegaskan kesiapan untuk menghadapi berbagai risiko eksternal dan tetap menjaga aliran investasi asing yang vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/16/155047926/rosan-akui-konflik-as-venezuela-berpengaruh-ke-investasi-ri?page=all#page2.

Selanjutnya: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual

Menarik Dibaca: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×